NUNUKAN, PuspitaNews – Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Ibnu Khaldun Nunukan, Kalimantan Utara, memberangkatkan puluhan delegasi menuju Malaysia untuk program Pengabdian Masyarakat Internasional, Ahad (4/1). Sebanyak 25 mahasiswa dan 3 dosen pembimbing membawa misi besar guna memperkuat posisi mahasiswa sebagai agen perubahan global.
Perluas Jangkauan di Kota Kinabalu
Para peserta akan menjalani serangkaian agenda padat di Negeri Jiran. Mereka melakukan studi banding ke Universiti Malaysia Sabah (UMS) serta mengajar langsung di Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK). Melalui langkah ini, para mahasiswa menjalankan misi pembelajaran, pengajaran, dan pemberdayaan masyarakat secara nyata.
Tim asal ujung utara Kalimantan tersebut fokus pada tiga sektor utama:
- Peningkatan literasi pendidikan.
- Inovasi teknologi tepat guna.
- Pertukaran budaya lewat pengenalan tarian tradisional daerah Indonesia.
Pesan Ketua STIT, Laboratorium Multikultural
Ketua STIT Ibnu Khaldun Nunukan, Bakhrul Ulum, memberikan motivasi besar saat melepas para peserta. Ia memandang perjalanan lintas negara ini sebagai sarana belajar paling efektif bagi mahasiswa.
“Kami mengirim kalian ke Malaysia agar bisa merasakan langsung tantangan di lingkungan multikultural. Program ini menjadi sarana nyata untuk mempertajam hard skills serta soft skills secara langsung,” tegas Bakhrul Ulum.
Bakhrul menuntut para peserta membawa perubahan nyata bagi lokasi pengabdian. Ia optimis program ini memberikan dampak positif berkelanjutan bagi mahasiswa serta masyarakat lokal di Malaysia. Melalui kolaborasi internasional ini, STIT Ibnu Khaldun Nunukan memperkokoh posisi kampus di kancah global. (S Priyadi)










